Kuda Balap, Saat Kuda Harus Dijadikan Raja

Kuda Balap, Saat Kuda Harus Dijadikan Raja

Kuda Balap, Saat Kuda Harus Dijadikan Raja – Pada saat pelatih kuda Eric Guillot mengirim seekor kuda bernama Moreno yang berusia lima tahun dari kandang rumahnya di California ke Virginia Barat, tiga hari sebelum kuda itu adu balap pada 18 April 2019 di arena Charles Town Classic dengan nilai hadiah sebesar $ 1,5 juta, ia berulang kali mencoba sampai ke tingkat paranoid untuk memastikan di sepanjang perjalanan sang kuda pacuan bintangnya menikmati perjalanan yang sempurna.

Alih-alih dirinya mengirim sang kuda lewat jalur darat naik mobil bak yang panjang, Guillot ingin menyingkat waktu perjalanan. Dia menerbangkan Moreno dengan pesawat kargo carteran yang dirancang khusus ke Lexington Kentucky, agar kuda itu bisa menginap sejenak di tanah pertanian keluarganya di Lexington.

Di pesawat carter. Moreno hanya cukup berjalan menaiki tanjakan dan masuk ke sebuah kandang buatan kecil yang aman dan nyaman untuk kuda. Di kandang portabel itu ada jerami yang tebalnya 40 cm, lalu ada rak baki panjang untuk snack sang kuda selama terbang, plus seember air. Kuda balap itu mendapatkan fasilitas terbang kelas satu.

Ketika Moreno tiba di pertanian, Guillot menempatkan kuda itu di sebuah lumbung, dilepas bebas terserah Moreno mau ngapain di lumbung itu, lalu meminta pengasuh kuda bernama Sixto Chavez memandikannya. Guillot memeriksa tanda-tanda vital dan level cairan tubuh Moreno kemudian mengajak sang hewan beristirahat.

Dua hari kemudian, Moreno memenangkan lomba Charles Town Classic, dan memboyong uang $ 1,5 juta untuk sang tuan. Pelayanan kualitas nomor satu, dibalas si kuda dengan jadi juara. Dalam dunia balap kuda, bukanlah ras unggulan yang jadi juara, ras atau bakat turunan hanya memberikan handikap kecil, karena yang lebih penting untuk memacu kuda agar lari lebih cepat, adalah kualitas perawatan yang luar biasa yang wajib diterima sang kuda.

Karena efek perawatan kuda balap yang luar biasa ini. Para petinggi olahraga berkuda yang berasal dari anggota agen sbobet yang merupakan salah satu perusahaan taruhan judi kuda paling terkenal di philipina akhirnya sepakat membuat aturan mengenai kesejahteraan kuda, dan menuntut setiap negara bagian mengadopsi kebijakan treatment nasional terhadap kuda pacu yang seragam. Mereka melakukannya juga didorong bukan sekedar untuk meningkatkan kualitas serta rekor dalam kompetisi, karena adanya laporan kematian kuda, sebagian besar di lintasan selama balap atau latihan. Artinya ada kuda yang tidak layak lari, namun atas nama bakat selalu dikorbankan demi ego pemiliknya.

Akan tetapi kuda juga jangan terlalu diberikan perhatian berlebihan, karena kuda mengerti adanya rasa nyaman, sehingga mereka akan selalu menuntut, atau “Mereka bisa jadi manja seperti anjing pudel Prancis yang duduk dipangkuan wanita-wanita tua yang kaya dan gemuk di teras depan mereka,” jelas Guillot. “Kalau perlu mereka dibedaki setelah mereka dimandikan. Kukunya diwarnai di manikur, Gigi mereka dipasang behel. Tentu tidak harus seperti itu, yang wajarnya saja. Tapi malah mayoritas kuda tidak mendapatkan perawatan wajari itu. Padahal kuda pacu perlu berlatih dalam pelatihan yang tidak membebani, dan dirawat yang cukup. Tapi selama ini, sekedar memijat kudanya saja orang cenderung malas”

Barry Irwin, presiden Tim kuda balap Valor, salah satu sindikat balap paling sukses di dunia membenarkan ucapan Guillot. “Saya pikir sulit menjadi kuda balap. Biasanya, orang yang merawat kuda balap, karena mereka mencintai kuda itu. Nah justru itu sulitnya, mencari dan menemukan orang semacam itu jarang”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!